Kategori: Pemuda Muhammadiyah

  • Lazismu Kebayoran Lama Salurkan Bantuan dan Gelar Trauma Healing untuk Penyintas Banjir Sukabumi

    Lazismu Kebayoran Lama Salurkan Bantuan dan Gelar Trauma Healing untuk Penyintas Banjir Sukabumi

    Sukabumi, 3 Januari 2025 – Lazismu Kebayoran Lama bersama tim gabungan menyalurkan bantuan dan menggelar trauma healing bagi warga terdampak banjir di Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 225 paket bantuan telah diberikan kepada warga yang membutuhkan, sementara anak-anak usia SD dan sederajat mendapatkan pendampingan psikososial untuk mengatasi dampak bencana.

    Tim yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Lazismu Kebayoran Lama, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Kebayoran Lama, perwakilan murid dari unit sekolah perguruan Muhammadiyah se-Kebayoran Lama, serta Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kebayoran Lama. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Lama dan Majelis Dikdasmen PNF PCM Kebayoran Lama.

    Selain bantuan logistik, tim juga memberikan motivasi dan semangat kepada warga terdampak agar tetap tegar menghadapi masa pemulihan pasca-bencana. Program trauma healing yang difokuskan pada anak-anak bertujuan untuk mengurangi ketegangan emosional dan membantu mereka kembali beraktivitas dengan normal.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam merespons bencana dengan pendekatan holistik, tidak hanya memberikan bantuan materiil tetapi juga dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak.

  • Sekte Alawi, Menuhankan Sahabat Ali Disebut Agama Eks Presiden Suriah

    Sekte Alawi, Menuhankan Sahabat Ali Disebut Agama Eks Presiden Suriah

    Rezim Bashar al-Assad, yang telah memerintah Suriah selama lebih dari lima dekade, akhirnya tumbang. Pemberontakan yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan runtuhnya kekuasaan keluarga Assad. Bashar dan keluarganya melarikan diri ke Rusia, di mana mereka mendapatkan perlindungan dan suaka politik. Kejatuhan ini mengakhiri era pemerintahan dinasti Assad yang dimulai sejak Hafez al-Assad mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 13 November 1970.

    Awal Kekuasaan Keluarga Assad

    Hafez al-Assad, ayah Bashar, adalah seorang anggota komunitas Alawi, sebuah sekte minoritas yang hanya mencakup 12–15% populasi Suriah sebelum perang. Ia memanfaatkan posisinya sebagai komandan Angkatan Udara dan Menteri Pertahanan untuk membangun jaringan loyalis di militer dan Partai Ba’ath, yang kemudian membantunya merebut kekuasaan di tengah ketidakstabilan politik Suriah pada era pascakemerdekaan.

    Untuk memperkuat rezimnya, Hafez mengangkat anggota komunitas Alawi, yang sebelumnya merupakan kelompok terpinggirkan, ke posisi strategis dalam militer dan pemerintahan. Pada saat yang sama, ia memanfaatkan perbedaan sektarian dan etnis untuk memecah potensi ancaman, memastikan tidak ada satu kelompok pun yang dapat menantang kekuasaannya. Strategi ini berhasil menjaga stabilitas kekuasaan selama puluhan tahun, meskipun Suriah adalah negara mayoritas Sunni.

    Komunitas Alawi: Dari Terpinggirkan ke Puncak Kekuasaan

    Komunitas Alawi mulai mendapatkan pengaruh politik sejak kemerdekaan Suriah pada 1946. Sebagai kelompok kecil yang memiliki keyakinan berbeda dengan Islam arus utama, mereka kerap menjadi sasaran diskriminasi. Namun, di bawah rezim Assad, komunitas ini naik ke puncak kekuasaan.

    Secara tradisional, kaum Alawi memiliki praktik keagamaan yang unik, termasuk penghormatan terhadap Imam Ali, yang juga dihormati oleh kaum Syiah. Namun, mereka juga merayakan tradisi seperti Natal dan tahun baru Zoroaster, yang membuat mereka dipandang liberal atau bahkan sekuler oleh Muslim lainnya di Timur Tengah. Di Suriah, perempuan Alawi tidak diwajibkan mengenakan jilbab, dan banyak yang tidak menjalankan puasa atau salat secara rutin. Praktik ini sering kali membuat kelompok Sunni ortodoks menganggap Alawi sebagai sekte sesat.

    Kejatuhan Bashar al-Assad dan Rekonsiliasi Baru

    Ketika Bashar al-Assad mewarisi kekuasaan dari ayahnya pada tahun 2000, ia menghadapi tantangan baru, termasuk tekanan internasional dan pemberontakan domestik. Puncaknya adalah pemberontakan yang menghancurkan rezimnya dan memaksanya melarikan diri ke Rusia. Setelah jatuhnya rezim Assad, pemberontak Sunni dan tokoh-tokoh agama Alawi bertemu di Qardaha, kampung halaman keluarga Assad, di provinsi Latakia. Pertemuan ini menghasilkan deklarasi dukungan dari sejumlah tokoh Alawi terhadap pemerintahan baru Suriah, membuka jalan menuju rekonsiliasi dan babak baru dalam sejarah politik negara tersebut.

    Warisan Dinasti Assad

    Kejatuhan Bashar al-Assad menandai berakhirnya kekuasaan sebuah dinasti yang mendominasi Suriah selama lima dekade. Rezim ini dikenal dengan stabilitas yang ditegakkan melalui tangan besi, manipulasi sektarian, dan dominasi militer. Meski dinasti Assad telah berakhir, warisan dan pengaruh mereka terhadap politik, masyarakat, dan komunitas Alawi di Suriah akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah negara tersebut.

    Penulis : Pristian Alaika, Wakil Ketua Kebijakan Publik dan Hikmah PC Pemuda Muhammadiyah Kebayoran Lama

  • Meningkatkan Literasi Digital untuk Memerangi Hoax di Media Sosial

    Meningkatkan Literasi Digital untuk Memerangi Hoax di Media Sosial

    Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan kaum muda. Namun, dengan kemudahan akses informasi ini juga muncul tantangan besar berupa penyebaran konten hoax dan informasi yang tidak bermanfaat. Fenomena ini tidak hanya meresahkan tapi juga berpotensi mengganggu kestabilan dan keharmonisan sosial.

    Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat. Banyak pengguna media sosial yang kurang mampu membedakan antara informasi yang kredibel dan yang tidak. Akibatnya, bukannya membantu memerangi penyebaran hoax, banyak dari kita malah tanpa sadar ikut serta menyebarkan informasi palsu tersebut.

    Sebagai respons terhadap masalah ini, beberapa langkah strategis bisa diambil baik oleh pemerintah maupun oleh organisasi seperti Persyarikatan Muhammadiyah. Langkah pertama adalah intensifikasi sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya literasi digital. Perlu mengadakan serangkaian workshop, seminar, dan kampanye online yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengidentifikasi dan menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.

    Selain itu, penting juga untuk mendorong dan menginspirasi kaum muda untuk menjadi produsen konten yang positif dan berdampak luas. Dengan memanfaatkan kreativitas dan kecanggihan teknologi yang dimiliki, generasi muda dapat menjadi pionir dalam menciptakan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif. Konten semacam ini tidak hanya akan mengurangi dominasi konten negatif di media sosial, tapi juga membuka jalan bagi terciptanya masyarakat yang lebih berpengetahuan dan kritis.

    Kebijakan pemerintah juga perlu mendukung upaya ini dengan menyediakan platform dan insentif bagi para kreator muda. Misalnya, pemerintah bisa menyediakan grant atau penghargaan bagi kreator yang kontennya diakui memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ini akan mendorong lebih banyak lagi produksi konten yang berkualitas tinggi.

    Kita semua memiliki peran dalam memerangi penyebaran hoax dan meningkatkan literasi digital. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan produktif. Mari mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga produsen informasi yang bertanggung jawab.

    Penulis : Andri Wahyudi, Ketua Lembaga Pustaka Informasi dan Digitalisasi PCM Kebayoran Lama

  • Semarak Musycab V PCPM Kebayoran Lama dengan Kajian Rutin dan Fun Futsal

    Semarak Musycab V PCPM Kebayoran Lama dengan Kajian Rutin dan Fun Futsal

    Jakarta, 30 November 2024 – Dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Cabang V (Musycab V) Pemuda Muhammadiyah Kebayoran Lama, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kebayoran Lama mengadakan serangkaian kegiatan yang menggabungkan aspek keilmuan dan kebugaran. Acara yang terdiri dari Kajian Rutin dan Fun Futsal ini dijadwalkan pada hari Sabtu, 30 November 2024, mulai pukul 15.00 hingga selesai.

    Kegiatan ini akan dimulai dengan Kajian Rutin yang bertempat di Masjid Nurul Amal Lantai 3, Perguruan Muhammadiyah Kampus 1, dan dilanjutkan dengan sesi Fun Futsal di Lapangan Leo Sport Kebayoran Lama. Seluruh peserta juga akan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan rohani dan jasmani.

    Ketua PCPM Kebayoran Lama, Fathi Syuhada, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini adalah bagian dari Gebyar Musycab V Pemuda Muhammadiyah Kebayoran Lama untuk periode 2023-2027. “Kami berupaya untuk selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohani para pemuda, serta menyediakan kajian keislaman yang menarik yang dipadukan dengan aktivitas olahraga yang menyenangkan,” ujar Fathi.

    Kegiatan ini terbuka untuk semua anggota dan simpatisan Angkatan Muda Muhammadiyah yang tertarik untuk menggali lebih dalam tentang keislaman sambil menikmati keseruan bermain futsal. PCPM Kebayoran Lama berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kebersamaan dan kekompakan di antara pemuda, serta memotivasi mereka untuk aktif dalam berbagai aspek kehidupan.

    Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi momen untuk berolahraga dan belajar bersama, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat keislaman di kalangan pemuda. Seluruh peserta dan pengunjung diundang untuk datang dan menjadi bagian dari kegiatan yang inspiratif ini.

  • Jakarta Setelah Jadi ‘Mantan’ Ibu Kota: Tantangan dan Peluang Baru

    Jakarta Setelah Jadi ‘Mantan’ Ibu Kota: Tantangan dan Peluang Baru

    Tahun 2024 jadi tahun yang penuh momen besar bagi Jakarta. Meski tidak lagi jadi ibu kota, Jakarta tetap punya peran sentral sebagai epicentrum politik, ekonomi, dan budaya Indonesia. Gedung-gedung tinggi, mal-mal megah, dan kehidupan kota yang dinamis tetap bikin Jakarta vital banget buat perekonomian nasional.

    Di tahun ini juga, Jakarta bakal ngadain pesta demokrasi buat milih pemimpin baru. Ada tiga pasangan calon yang udah terdaftar, tapi artikel ini tidak membahas mereka, melainkan berbagai isu krusial di Jakarta yang masih harus kita hadapi. Yuk, kita bahas satu-satu!

    1. Sulitnya Dapat Hunian Layak dan Terjangkau

    Harga tanah di Jakarta bikin geleng-geleng kepala. Bayangin aja, harga tanah udah mencapai Rp12,4 juta per meter persegi, sementara gaji UMR sekitar Rp5 juta. Kalau nabung seluruh gaji tanpa dipakai sama sekali, kita perlu minimal 10 tahun buat beli rumah sederhana ukuran 50 meter persegi. Kayaknya, perlu dua kali reinkarnasi baru bisa kebeli, nih!

    Masalah hunian tidak cuma dirasain milenial dan Gen Z aja. Menurut SUSENAS 2023, cuma 38,80% rumah tangga di Jakarta yang punya akses ke hunian layak. Dari 10 juta penduduk, cuma 56,57% yang punya rumah sendiri. Parahnya lagi, sekitar 2 juta rumah tangga tinggal di lingkungan yang tidak layak, tersebar di 181 dari 261 kelurahan.

    Referensi : Harga Tanah di Jabodetabek Naik Nyaris Lima Persen per Tahun, https://webapi.bps.go.id

    2. Badai Pengangguran di Kota Global

    Jakarta lagi naik kelas jadi kota global lewat UU Nomor 2 Tahun 2024, yang di satu sisi bisa mendorong ekonomi, tapi di sisi lain bikin ancaman baru: pengangguran. Investasi asing dan perusahaan multinasional bikin persaingan kerja makin ketat. Kalau warga lokal nggak punya skill yang memadai, bisa-bisa mereka tersingkir.

    Di tahun 2023, dari 10,67 juta penduduk Jakarta, sekitar 50,8% adalah angkatan kerja, dan tingkat pengangguran terbuka ada di angka 6,53%** atau sekitar 328.000 orang.

    Referensi : https://jakarta.bps.go.id/id/pressrelease/2023/11/06/1084/keadaan-ketenagakerjaan-dki–jakarta-agustus-2023.html

    3. Ketidaksetaraan Akses Pendidikan

    Sekolah negeri di Jakarta memang punya nama, tapi angka putus sekolah masih tinggi banget. Pada tahun 2022, lebih dari 75 ribu anak terpaksa putus sekolah, bikin Jakarta jadi provinsi dengan angka putus sekolah tertinggi di Indonesia. Sistem zonasi PPDB juga belum efektif karena daya tampung sekolah negeri terbatas. Di 267 kelurahan, ada 86 kelurahan yang tidak punya SMP, dan 168 kelurahan tanpa SMA.

    Program seperti KJP Plus sudah membantu, tapi belum cukup buat ngatasi masalah ini. Ketidaksetaraan akses pendidikan, terutama di daerah kumuh, masih terjadi. Selain itu, pemangkasan anggaran KJMU bikin makin sulit buat warga lanjut ke pendidikan tinggi.

    Referensi : KJMU Jadi Polemik akibat Pemotongan Anggaran, https://news.detik.com/berita/d-6830457/dprd-dki-soal-ppdb-masalah-daya-tampung-sekolah-negeri-masih-kurang, https://databoks.katadata.co.id/pendidikan/statistik/b0e0a4aafb39df3/angka-putus-sekolah-murid-sd-di-jakarta-tertinggi-nasional

    4. Kemacetan Jakarta: Masih Sulit Dihindari

    Meski peringkat kemacetan Jakarta turun, waktu tempuh di jalan justru makin lama. Menurut survei TomTom 2023, buat jarak 10 km, perlu waktu 23 menit 20 detik, naik 40 detik dari tahun sebelumnya. Lonjakan kendaraan bermotor yang mencapai 21,9 juta unit pada 2023 jadi penyebab utamanya, dan 79% komuter masih pakai kendaraan pribadi.

    Meski transportasi publik udah mencakup 96,1% penduduk, banyak yang ogah beralih karena dinilai kurang praktis dan waktu tunggu lama. Masalah first mile dan last mile serta pengelolaan Mikrotrans juga belum optimal.

    Referensi : https://www.kompas.id/baca/metro/2022/02/02/88-juta-warga-jabodetabek-sulit-akses-transportasi-publik?loc=hard_paywall

    5. Udara Jakarta Makin Tidak Sehat, Sampah Menumpuk

    Langit biru di Jakarta udah jarang banget terlihat. Polusi udara makin parah, dengan konsentrasi PM2.5 meningkat 48,6% dari 2017, jadi 43,8 μg/m³ pada 2023. Polusi ini muncul dari emisi kendaraan, cuaca panas, dan polusi yang datang dari luar Jakarta. Meski ada dorongan penggunaan kendaraan listrik, penggunaannya masih belum maksimal.

    Selain itu, Jakarta menghasilkan 7.500 ton sampah setiap hari, dan tumpukan di TPST Bantargebang udah setara gedung 16 lantai! Solusi seperti PLTSa dan Pulau Sampah masih terhambat, dan butuh perhatian serius dari pemerintah.

    Referensi : https://rendahemisi.jakarta.go.id/article/174/dampak-polusi-udara-bagi-kesehatan-warga-jakarta, https://nasional.tempo.co/read/1883141/dinas-lingkungan-hidup-dki-jelaskan-penyebab-kualitas-udara-buruk-di-jakarta

    Penutup

    Jakarta memang nggak lagi jadi ibu kota, tapi tantangan yang dihadapinya masih berat. Mulai dari masalah hunian, pengangguran, akses pendidikan, kemacetan, hingga polusi udara dan sampah, semuanya butuh solusi yang nyata dan terintegrasi buat masa depan Jakarta yang lebih baik.

    Penulis : Pristian Alaika, Wakil Ketua Kebijakan Publik dan Hikmah PC Pemuda Muhammadiyah Kebayoran Lama

  • Kegiatan Penghormatan Bendera Merah Putih di Seskoal Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Kegiatan Penghormatan Bendera Merah Putih di Seskoal Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Kebayoran Lama, 17 Agustus 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Lama menggelar acara bertajuk “Detik-detik Penghormatan Bendera Merah Putih” di Persimpangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jalan Ciledug Raya, Sabtu (17/8/2024).

    Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen dari PCM Kebayoran Lama, termasuk Bendahara PCM Kebayoran Lama, Humaidi, dan Bendahara Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (DIKDASMEN PNF) PCM Kebayoran Lama, Hendra Mardiana. Selain itu, Tim Paskibra, perwakilan guru, dan siswa dari SDI Muhammadiyah 28, SMP Muhammadiyah 35, SMA Muhammadiyah 18, dan SMK Muhammadiyah 9 juga turut berpartisipasi.

    Bekerja sama dengan Satpol PP, Dishub Jakarta Selatan, Polsek Kebayoran Lama, Koramil, dan TNI AL, acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Agenda utama kegiatan tersebut adalah penghormatan kepada bendera merah putih, yang diikuti oleh pelepasan balon merah putih ke langit sebagai simbolis dari semangat kebangsaan.

    Suasana di lokasi sangat mengharukan. Para peserta yang hadir menunjukkan rasa hormat yang mendalam, tidak hanya dari mereka yang terlibat langsung dalam acara, tetapi juga dari para pengendara yang kebetulan melintasi persimpangan tersebut. Banyak dari mereka yang secara spontan ikut berdiri dan memberi hormat kepada bendera merah putih. Beberapa pengendara bahkan mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

    Dalam wawancara singkat, Humaidi mengungkapkan rasa bangganya terhadap acara ini. “Keren, semoga tiap tahun bisa buat seperti ini. Apresiasi tinggi untuk semua yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga bisa jadi ajang promosi sekolah kita,” ujarnya.

    Humaidi juga menambahkan bahwa kondisi di lapangan sangat mendukung terlaksananya acara dengan baik. “Kebetulan terlibat langsung dalam acara itu sangat-sangat bikin merinding. Kita di tengah perempatan jalan raya bisa bikin acara seperti itu dan melihat para pengendara ikut hanyut dan khidmat menyaksikan kita hormat ke bendera merah putih. Salut untuk semua tim dan para aparat yang terlibat di dalamnya,” katanya penuh semangat.

    Kegiatan ini menjadi salah satu momen bersejarah dalam peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini, menunjukkan bagaimana semangat nasionalisme dan kebersamaan dapat tercermin melalui kegiatan sederhana namun penuh makna.

    Penulis Berita : Andri Wahyudi
    Dokumentasi : Tim SMK Muhammadiyah 9 Jakarta

  • Upacara Hari Kemerdekaan RI: Mengenang Perjuangan, Membangun Masa Depan

    Upacara Hari Kemerdekaan RI: Mengenang Perjuangan, Membangun Masa Depan

    Kebayoran Lama, 17 Agustus 2024 – Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme mewarnai upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Kampus 1 Perguruan Muhammadiyah Cipulir, Kebayoran Lama. Acara yang dihadiri oleh seluruh elemen Perguruan Muhammadiyah Cipulir ini berlangsung meriah dan sarat dengan pesan perjuangan.

    Upacara ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Lama, Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (DIKDASMEN PNF) PCM Kebayoran Lama, Pimpinan Sekolah Perguruan Muhammadiyah Cipulir, dewan guru, karyawan, serta para murid dari SDI Muhammadiyah 28, SMP Muhammadiyah 35, SMA Muhammadiyah 18, dan SMK Muhammadiyah 9.

    Ahmad Jahid, Ketua PCM Kebayoran Lama, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan yang mendalam tentang makna kemerdekaan dan pentingnya peran setiap individu dalam mengisi kemerdekaan ini. “Negeri ini dimerdekakan bukan dengan cuma-cuma, namun dengan berbagai macam pengorbanan nyawa dan harta oleh para pejuang kita di masa lalu,” ujar Ahmad Jahid, membuka pidatonya.

    Lebih lanjut, Ahmad Jahid menegaskan bahwa perjuangan saat ini berbeda dengan masa lalu, namun esensinya tetap sama. “Kita sekarang tidak berjuang dengan senjata, bambu runcing, ataupun bom dan meriam, tapi kita semua berjuang sesuai profesinya masing-masing. Sebagai pelajar berjuang dengan penanya, maka IPM itu berlambangkan pena agar senantiasa mencari ilmu dan mencatat ilmu yang di sekitarnya.”

    Ia juga menekankan pentingnya jihad dalam konteks perjuangan modern, yang harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi. “Sebagai guru juga berjuang bersungguh-sungguh melaksanakan tugas maka dia berjuang di jalan Allah SWT apabila melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan akan turun keberkahan dari Allah SWT,” tambahnya.

    Dalam amanatnya, Ahmad Jahid juga mengingatkan para peserta upacara tentang pentingnya pendidikan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. “Negeri ini merdeka juga karena didikan para guru. Oleh karena itu, para guru sangat berperan dalam kemerdekaan. Kemajuan pendidikan di manapun itu adalah ada peran guru.”

    Upacara ini juga menjadi momen refleksi bagi para pelajar dan pemuda untuk terus berjuang dan menjadi agen perubahan di masyarakat. “Semoga dari Cipulir ini lahir Sudirman baru untuk melanjutkan perjuangan,” kata Ahmad Jahid, menutup pidatonya dengan harapan besar agar generasi muda Muhammadiyah dapat menjadi penerus perjuangan para pahlawan bangsa.

    Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diakhiri dengan doa bersama dan persembahan lagu-lagu kebangsaan yang semakin menambah semangat nasionalisme para peserta. Dengan semangat kemerdekaan yang terus membara, Perguruan Muhammadiyah Cipulir Kebayoran Lama siap untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara yang lebih baik.

    Penulis Berita : Andri Wahyudi
    Dokumentasi : Tim SMK Muhammadiyah 9 Jakarta